Search
html5
Halaman website kini semakin berkembang dan semakin 'semantic' dengan penggunaan tag yang spesifik. Kini anda dapat menambahkan efek 'round corner (sudut tumpul)', drag and drop serta efek drop shadow (bayangan). HTML5 saat ini belum sepenuhnya didukung oleh semua web browser, tetapi para web designer dan web developer akan selalu terpacu untuk meningkatkan standar mereka.
Dive into HTML5 berusaha mengurai secara mendalam fitur-fitur dari spesifikasi HTML5 serta standar lainnya.
w3schools.com [ BACA SELENGKAPNYA ]
Salah satu keunggulan dari HTML5 syntax adalah kemampuannya untuk melakukan embed video pada halaman website tanpa menggunakan plugin.
Dibandingkan dengan Silverlight atau Flash player, anda cukup menggunakan file url di tags <video> dan video dapat dijalankan secara langsung di sebagian besar web browser, termasuk Mobile Safari di iPhone dan iPad, dimana Flash dan Silverlight tidak dimungkinkan.
Desain umum dari kontrolnya mengikuti dari masing-masing web browser, tetapi biasanya lebih sederhana, dan kurang pada user experience. Tetapi kaerna web playback kini dapat menggunakan web standard, anda dapat membuat player yang menarik menggunakan JavaScript dan css yang membungkus video dan membuat navigasi serta tombol pemutar video dengan lebih elegan.
Berikut ini adalah beberapa video player yang memiliki user-experience menarik. [ BACA SELENGKAPNYA ]
Mungkin anda pernah atau bahkan sering mendengar tentang bagaimana Flash merupakan teknologi yang akan mengalami kematian dan bagaimana dalam waktu dekat akan digantikan oleh HTML 5. Flash secara perlahan akan digantikan oleh HTML 5 dan Flash hanya khusus digunakan unutk mendevelop game dan aplikasi internet yang kompleks. APabila anda ingin melihat apa yang dapat dilakukan dengan HTML 5. Berikut ini adalah 10 website yang menyajikan demonstrasi kemampuan dari HTML 5. [ BACA SELENGKAPNYA ]
Rumor kini beredar mengenai kelangsungan dari Flash yang tinggal menghitung hari, kunjungi berbagai blog teknologi dan anda akan temukan banyak ulasan mengenai ini.
Pasar tampaknya mulai menolaknya. Sebagai contoh iPad tidak menggunakan Flash dalam aplikasinya. Sama juga dengan iPhone dan iPod Touch. Sebagian besar video website beralih dari Flash Player ke HTML5 video. Google dan Mozilla kedua web browser ini juga mampu untuk menjalankan full screen embedded video files, dan masih banyak lagi yang dapat anda lakukan dengan Javascript dan css dimana hal ini tidak dapat anda lakukan setahun lalu. Adobe AIR mungkin tampak memikat beberapa waktu lalu, namun di masa web apps sekarang ini, membutuhkan instalasi pada desktop untuk menjalankan sesuatu serasa tidak perlu.
Karena itu, Flash sebaiknya mati bukan?
Baiklah, itu mungkin hanya sekedar rumor, menurut Adobe Photoshop product manager John Nack, minggu ini dia menulis sebuah jawaban yang cukup masuk akal bagi para penentang flash.
Beberapa point berikut diambil dari tulisannya: [ BACA SELENGKAPNYA ]
Copyright © 2010 Visigraphic - Indonesia Website Development. All Rights Reserved.
Web Developer | Web Design | Toko Online | Company Profile | Ecommerce Toko Online | Web Perusahaan | Design Studio | Pembuatan Web | Jasa Web | Drupal Web Developer | Pro Web Development | Portfolio



